SELAMAT DATANG DI BLOG KOLEKSI TAUJIH

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 15 Juni 2013

Jadilah Manusia yang Tenang

(Oleh: Musyafa Ahmad Rahim, Ketua Kaderisasi DPP PKS)

اَلْهُدُوْءُ سِمَةٌ مِنْ سِمَاتِ النَّجَاحِ
وَالْهُدُوْءُ تَعْبِيْرٌ عَنْ شَخْصِيَّةٍ قَوِيَّةِ وَمُتَمَاسِكَةٍ
وَالْهُدُوْءُ عُنْوَانُ لإِنْسَانٍ وَاعٍ وَمُتَحَضِّرٍ

Tenang adalah satu dari sekian banyak karakter kesuksesan.
Tenang adalah ekspresi dari kepribadian yang kuat dan solid.
Tenang adalah simbol bagi seorang manusia yang sadar (ngeh) dan maju (bukan kampungan).

وَبِالْعَكْسِ تَمَامًا
ذَلِكَ اْلإِنْسَانُ اَلَّذِيْ يَثُوْرُ لأَتْفَهِ اْلأَسْبَابِ
وَيَهِيْجُ لأَسْخَفِ اْلأُمُوْرِ
إِنَّهُ يُعَبِّرُ عَنْ إِنْسَانٍ ضَعِيْفِ الشَّخْصِيَّةِ
ضَعِيْفِ الْعَقْلِ وَضَعِيْفِ اْلإِرَادَةِ

Kebalikannya seratus delapan puluh derajat
Seorang manusia yang berang (marah besar) oleh penyebab yang remeh temeh.
Bereaksi secara berlebih terhadap urusan yang sepele.
Adalah ekspresi dari seorang manusia yang lemah kepribadiannya.
Lemah akalnya dan lemah kemauannya.

إِنَّ أَرْفَعَ دَرَجَاتِ الْحِكْمَةِ اَلْبَشَرِيَّةِ هِيَ مَعْرِفَةُ مُسَايَرَةِ الظُّرُوْفِ وَخَلْقِ سَكِيْنَةٍ وَهُدُوْءٍ دَاخِلِيَّيْنِ عَلَى الرَّغْمِ مِنَ الْعَوَاصِفِ اَلْخَارِجِيَّةِ

“Sesungguhnya, kedudukan hikmah (kebijaksanaan, wisdom) seorang manusia yang paling tinggi adalah pengetahuannya dalam mengarungi berbagai situasi dan kondisi dan kemampuan menciptakan ketenangan dan ketenteraman dalam internal dirinya, meskipun banyak badai menerjangnya dari luar.”

يَقُوْلُ عُلَمَاءَ النَّفْسِ
إِنَّ اْلإِنْسَانَ اَلَّذِيْ يَغْضَبُ لأَتْفَهِ اْلأَسْبَابِ هُوَ إِنْسَانٌ رَكِيْكُ الشَّخْصِيَّةِ
تَمَامًا كَالشَّجَرَةِ اَلضَّعِيْفَةِ اَلَّتِيْ تُؤَثِّرُ عَلَيْهَا أَبْسَطُ هَبَّةٍ مِنَ الرِّيْحِ

Pakar psikologi berkata:
Sesunguhnya, manusia yang marah oleh penyebab yang remeh temeh adalah seorang manusia yang ringkih.
Persis seperti pohon yang lemah, sedikit hembusan angin mempengaruhinya.

أَمَّا اْلإِنْسَانُ اَلْقَوِيُّ
كَالشَّجَرَةِ اَلْقَوِيَّةِ؛ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
تَمْتَدُّ جُذُوْرُهَا إِلَى أَعْمَاقِ اْلأَرْضِ حَيْثُ تَزْدَادُ ثَبَاتًا كُلَّمَا عَصَفَتِ الرِّيَاحُ بِهَا

Adapun seorang manusia yang kuat
Ibarat pohon yang kuat; dimana pokoknya kokoh, cabang dan dahannya menjulang ke angkasa. Akar-akarnya menghunjam jauh ke dalam bumi, sehingga, hembusan angin yang kuat semakin membuatnya tegar dan kokoh.

وَاْلإِنْسَانُ اَلْهَادِئُ
هُوَ الَّذِيْ يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَفُوْزَ بِقُلُوْبِ اْلآخَرِيْنَ
وَيَنَالُ إِعْجَابَهُمْ

Dan seorang manusia yang tenang adalah
Manusia yang mampu meraih simpati dan hati orang lain
Mampu mendapatkan kekaguman mereka

ثَمَّةَ مَثَلٌ قَدِيْمٌ يَقُوْلُ
إِنَّ نُقْطَةً مِنَ الْعَسَلِ تَصِيْدُ مِنَ الذُّبَابِ أَكْثَرُ مِمَّا يَصِيْدُ بِرْمِيْلٌ مِنَ الْعَلْقَمِ

Oleh karena itu, dalam hal ini, ada peribahasa lama mengatakan:
“Satu tetes madu dapat menjerat lalat, jauh lebih kuat kemampuan jeratannya dibandingkan dengan satu drim empedu".

وَكَذَلِكَ الْحَالُ مَعَ الْبَشَرِ
إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَكْسِبَ شَخْصًا إِلَى جَانِبِكَ فَأَقْنِعْهُ أَوَّلاً بِأَنَّكَ صَدِيْقُهُ اَلْمُخْلِصُ
فَهَذِهِ نُقْطَةٌ مِنَ الْعَسَلِ تَصِيْدُ قَلْبَهُ

Demikian halnya dengan manusia
Jika engkau bermaksud meraih simpati orang lain, maka, pertama kali pastikan bahwa engkau adalah temannya yang tulus.
Ketulusan ini ibaratnya adalah satu tetes madu yang menjerat hatinya
Itulah jalan satu-satunya untuk meraih hatinya.

وَتِلْكَ وَحْدَهَا هِيَ اَلطَّرِيْقُ اَلْمُؤَدِّيَةُ إِلَى قَلْبِهِ
فَالْهُدُوْءُ بِكُلِّ مَا يَعْنِيْهِ مِنْ مَعْنًى قَادِرٌ عَلَى صُنْعِ الْعَجَائِبِ وَالتَّأْثِيْرِ حَتَّى عَلَى النُّفُوْسِ اَلْغَلِيْظَةِ

Sikap tenang, dengan seluruh makna yang dikandung olehnya, mampu membuat banyak keajaiban dan pengaruh terhadap jiwa yang keras sekalipun.

إِذاً، كُنْ هَادِئاً فِيْ تَعَامُلِكَ مَعَ اْلآخَرِيْنَ
اِسْتَخْدِمْ لَبَاقَتَكَ مَعَ الْمُسِيْئِيْنَ إِلَيْكَ
تَكَلَّمْ بِعِبَارَاتٍ وُدِّيَّةٍ وَرَزِيْنَةٍ
فَهَذَا هُوَ أَقْصَرُ الطُّرُقِ لِكَسْبِ اْلآخَرِيْنَ
وَنَيْلِ إِعْجَابِهِمْ وَالْوُصُوْلِ لِلنَّجَاحِ

Jadi, jadilah manusia yang tenang saat berinteraksi dengan orang lain
Pergunakan kebijakanmu terhadap orang-orang yang berbuat buruk kepadamu
Berbicaralah dengan kosa kata yang mengekspresikan kecintaan dan ketenangan
Hal ini adalah jalan terpendek untuk meraih hati orang lain
Mendapatkan kekaguman mereka dan jalan menuju sukses

بِهُدُوْءٍ .. وَعَقْلاَنِيَّةٍ فِيْ عِلاَقَاتِكَ .. وَحَيَاتِكَ الْعَامَّةِ

Caranya: tenang .. logis dalam menjalin hubungan .. dan ikuti kehidupan pada umumnya atau lazimnya

TAUJIH- Ummat Terbaik yang Dilahirkan Untuk Manusia


Ummat Terbaik yang Dilahirkan Untuk Manusia

:"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar dan beriman kepada Allah, dan kalau sekiranya ahlul kitab beriman, tentulah hal itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada orang2 yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang2 fasik) Surat Ali mran ayat 110.

Didalam ayat ini, Allah swt memberikan sebuah gelar yang sangat luar biasa indahnya kepad kita semua…, sebuah gelar yang tidak pernah diberikan kepada umat2 sebelumnya yang secara jelas dan tegas disebutkan didalam ayat suci Al Qur’an. Sebgmn firmanNya:” (Kuntum chaira ummatin ukhrijat linnas-Kalian adalah umat terbaik yang terlahir untuk manusia-)…, siapa kuntum/kalian yg dimksd didlm ayat ini?
Ada beberapa mufashir diantaraanya yaitu Ibnu Katsir dan Muhammad Ali Ashshobuni berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kata :”kalian” didlm ayat tersebut adalah umat Rasulullah saw yg mudah2an termasuk kita semua yg hadir dsni.
Ibnu Katsir berpendapat demikian berdasarkan hadits Rasul yang mengatakan:”U’thitu maa lam yu’tha ahadin minal ambiyaa’I ( Aku diberi oleh Allah swt apa yg tdk diberikan kpd seorang Nabipun sebelumku) apa itu…? Ternyata salah satu diant adl :”ju’ilat ummatiy chairul umami.” (Umatkan dijadikan ummat yang terbaik).
Kmd Kata Muh Ali Ashshobuuni didlm tafsirnya :”Antum yaa ummati Muhammad Rasulullah saw chaira ummatin (kalian wahai ummat Muhammad Rasulullah saw adl ummat terbaik), liannakum anfa’annaasu linnaasi (disebabkan kalian adl umat yg plg banyak manfaatnya bg org lain), hal ini sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa:”Sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” Kalau kita ingin termasuk dalam golongan orang2 yang disebut dengan kalimat kuntum sebagaimana ayat tsb, maka kita harus berlomba menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, jangan justru sebaliknya menjadi orang yang banyak memberikan madharat kepada orang lain. Salah satu contoh yang paling mudah kita temukan dizaman sekarang ini…, orang yang paling banyak mendatangkan mdharat kepad orang lain…, adl koruptor, Bagamana dia tidak medatangkan mudharat kpd org lain….., krn uang negara yang dia korupsi itu adalah uang rakyat, nah kalau rakyat Indonesia saat ini taruhlah 250 jt , maka dia telah mengambil haknya 250 jt orang. apalagi kalau yg diambilnya sebanyak 6,5 triliun, sudah pasti hal ini akan menjadikan banyak sekali orang yang sengsara…, sudah banyak sekali kemudharatan yang ditimbulkannya. Orang2 seperti ini mengira bahwa diakherat nanti mrk akan dibiarkan begitu saja tanpa mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya, padahal Allah swt telah memperingatkan kita semua dengan firmanNya :” Ayahsabul insaanu an yutraka sudda.” ( Apakah manusia itu mengira bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya?). setiap orang yang mencermati ayat ini pasti akan sangat berhati-hati dlm bertindak.

Kemudian mari kita lihat pengertian lain yang dimaksud Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnas menurut hadits Rasul yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah :” Khairunnaasi Ta’tuuna bihim fii salaasili fii a’naaqihim hattaa yadkhuluu filislam.” ( Sebaik-baik manusia adalah yg datang kpd mereka ketika mrk dlm keadaan terbelenggu leher2 mereka hingga kmd akhirnya mrk msk Islam).
Sebagaimana kita ketahui bahwa seblm Islam dtg dibawa Rasulullah saw ketengah2 masyarakat jahiliyah…, masyrkt tsb dlm keadaan terbelenggu leher2 mereka…, orang2 pd wkt itu tdk th mana yg halal mana yg haram…, tdk th mana yg hak mana yg bathil, tdk th mana yg diperintah dan mana yg dilarang…, orang2 menyembah berhala dan Tuhan2 lain selain Allah…, dan bahkan pd wkt itu banyak org yg terjerat dlm perbudakan, akan tetapi ktk Islam dtg kpd mrk, mk Islam membebaskan mrk dr belenggu yg menjerat leher2 mrk, dan akhirnya banyak diantara mrk yg msk Islam.

Kmd apa sih sebenarnya yg menjadikan umat Rasulullah saw ini menjadi umat yg sgt istimewa…, yg bgt special…, sampai disebut secara khusus didlm Al Qur’an?, Allah swt menjelaskan hal tsb dlm lanjutan ayat tadi :” Ta’muruuna bilma’ruufi watanhauna ‘anil munkari wa tu’minuuna billah. (terjem). Berkaitan dgn ayat ini mk sayudina Umar bin khathab r.a. mengatakan:”Man sarrahu an yakuna min haadzihil’ummati falyu’diy syarathallahi bihaa.”(Barang siapa yg ingin termsk didlm gol/kelomp ummat yg tlh disbtkan didlm ayat ini, mk hendaklah mrk melaks hal2 yg tlh dipersyaratkan oleh Allah swt yaitu menyuruh kpd yg makruf , mecegah dr yg munkar dan beriman kpd Allah.).
Kmd kelanjutan ayat mengatakan :”Walau aamana ahlul kitaabi lakaana khairalahum minhumulmu’minuuna wa aktsaruhum faasiquun.” (Dan kalau sekiranya ahlul kitab itu beriman, tentulah hal itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada orang2 yang beriman akan tetapi kebanyakan mereka adl org2 yg fasik)
Kmd apa yg dimksd :”Walau aamana ahlul kitaabi lakaana khaira lahum.” Mksdnya adl:” lau aamanuu bimaa aanzala ‘ala Muhammad saw washaddaquu bimaa jaa’a bihii lakaana dzalika khaira lahum fiddunia wal akhirah.” (kalau sekiranya para ahlul kitab itu beriman tehadap Al Qur’an yg diturunkan kpd Nabi Muhammad saw dan membenarkan apa saja yg datang/disampaikan oleh Beliau Rasulullah saw, tentulah hal itu lbh baik bg mrk dunia dan akherat).
Minhumul mu’minuuna wa aktsaruhumulfaasiquun. Yang dimksd minhumul mukminuuna yaitu…, :” minhum fiatun qalilatun mu’minatun kalnajaasi wa ‘abdullah bin salam.” (diantara mrk para ahlkul kitab itu ada sekelompok kcl org2 yg beriman spt halnya Raja Najasi dan Abdullah bin Salam, mk jgn heran ktk raja najasi meninggal dunia, beliau Rasulullah saw berkenan menyolatkannya, karena raja Najasi ini adl slh seorg ahlul kitab yg beriman kpd Al Quran dan membenarkan apa saja yang datang/disampaikan oleh Rasulullah saw.)
Wa aktsaruhumul faasiquun (dan kebanyakan mrk adl org2 yg fasik).

Mungkin kita akan bertanya didlm ht, sdhkah kt tmsk kuntum khaira ummatin ukhrijat linnaasi? Sdhkah kt tmsk ummat terbaik yg terlahir utk manusia?
Kalau khdpn kt didunia ini se-hari2nya hanya kt lewatkan utk bermain-main dan senda gurau…, menuruti keinginan hawa nafsu tanpa kita mau mengeremnya…., hanya hura2 kesana kemari mengejar kesenangan duniawi…., maka mustahil kt dpt tmsk gol kuntum khaira ummatin ukhrijat linnaasi sbgmn disebutkan dlm ayat ini…., lalu bgmn caranya agar kt dpt tmsk didlmnya???
Sdh brg tentu ada beban yg hrs kt pikul dipundak kt yaitu:” Jadikanlah setiap gerak langkah kt…, kemanapun kaki kt melangkah…, merupakan perbuatan yg dpt kt pertanggung jwbkan dihadapan Allah swt…, jadikanlah semua amal perbuatan kita selalu bermanfaat setidak-tdknya utk diri kt sendiri dan keluarga…, sokur2 bermanfaat bagi org lain…, perintahkan kpd yg makruf, mencegah dari yg munkar dan selalu meningkatkan keimanan kt dlm rangka mendekatkan diri kpd Allah swt…, insyaallah kt akan tmsk golongan org2 yg disebut dgn kata :”Kuntum.” Oleh Allah swt didlm surat Ali Imran ayat 110 tsb.
Jgn malah sebaliknya justru menjadi org2 yg fasik sbgmn disebutkan didlm lanjutan ayat tadi:” Wa aktsaruhumul faasiquun.” (Dan kebanyakan mereka adalah orang2 yang fasik). Mungkin ada yg bertanya… , apa fasik itu…? Faasiqatun khaarijatun ‘an thoo’atillaahi, fasik itu adl keluar/menyimpang dari ketaatan kpd Allah swt…, kalau orang2 fasik… yaitu :” Alladziina nasullaaha fa ansaahum anfusahum ulaaika humul faasiquun, Yaitu orang2 yang melupakan Allah, maka kemudian Allah menjadikan mereka lupa kepada dirinya sendiri itulah orang2 yang fasik.
Betapa celakanya kalau Allah sdh menjadikan seseorang lupa pada dirinya sendiri, apa maknanya lupa pd drnya sendiri dsni? Makna org yg sdh lp pd drnya sendiri yaitu dia sdh tdk th lg mana yg baik bg drnya dan mana yg buruk…., mana yang bermanfaat bg drnya dan mana yg madhlarat.
Bahkan kt seorg mufashir : Hattaa lam yuqaddimuu lahu khairan yanfa’uhaa (Org yg tlh Allah jadikan lupa pd drnya sendiri adl org yg lupa sehingga mrk tdk mengerjakan kebaikan yg dpt bermanfaat bg drnya).
Org spt ini adl org yg selalu dibayang2i oleh syetan, shg khdpannya se-hr2 mengikuti bisikan syetan. Sbgmn firman Allah :” Falaulaa fadhlullaahi ‘alaikum wa rahmatuhuu lataba’tumusysyaithan illa qaliilan minkum.” (kalau bkn krn karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian akan mengikuti syetan, kecuali sebagian kecil diantara kalian). Untuk itu maka marilah kita selalu mengingat Allah disetiap derap langkah kita…, bahkan disetiap tarikan nafas kita…, shg perbuatan apapun yg akan kt kerjakan tlh kt sadari sepenuhnya bahwa semuanya hrs dpt kt pertanggung jwbkan dihadapanNya. Dan bagi siapa saja yg selalu mengingat Allah…, maka Allah akan mengingat org tsb sbgmn firmanNya :” Fadzkuruuniy adzkurkum wasykuruliy wala takfuruuna.” (ingatlah kepadaKu niscaya Aku akan mengingatmu). Kalau Allah sdh mengingat kita, maka sdh brg tentu kita hanya akan melangkahkan kaki kita untuk hal2 yang bermanfaat bagi kehidupan kita dunia dan akherat. Dan org yg selalu mengingat Allah…, maka hatinya akan terbimbing utk selalu mengerjakan kebaikan…, dan hatinya sgt ringan utk mengerjakannya.
Tetapi sebaliknya org yg melupakan Allah…, maka dia akan merasa berat jikalau mengerjakan kebaikan, dan hatinya akan cenderung utk mengerjakan perbuatan yg tdk ada manfaatnya dunia dan akherat dan bahkan cenderung berbuat maksiat.
Utk itu mk marilah kita konsentrasikan hidup kt utk menghambakan diri kpd Allah swt, niscaya akan terasa didlm ht kita bahwa kita tdk butuh apa2 lagi selain hal2 yg dpt mendktkan diri kpdNya. Sebagaiman firmanNya didlm sebuah hadits khudsi:”Tafarragh li’ibadatiy laamlanna qalbaka ghina.” (kerahkan seluruh tenagamu untuk menghambakan diri kepadaKu…, niscaya akan Aku penuhi hatimu dengan kekayaan). :” Walaa taghfal ‘an dzikriy laamlaanna qalbaka faqra.” (Dan janganlah kalian lalai dr mengingatKu, niscaya Aku jadikan hatimu sangat miskin/fakir
sumber : sapto-warsono.blogspot.com